welcome to news science

Selasa, 07 Juni 2011

JENIS JENIS TEH

Siapa sih yang gak suka teh...kayaknya semua orang suka, gak cuma di Indonesia aja, di negara-negara lain juga banyak, bahkan ada upacara minum teh dari orang Jepang...Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman semak Camellia sinensis dengan air panas.

Istilah "teh" juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya, teh rosehip, camomile, krisan dan Jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal.

Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.

Hasil penelitian tentang teh sebelumnya juga menyimpulkan bahwa orang yang biasa minum teh mempunyai resiko lebih rendah untuk terserang penyakit hati ketimbang yang jarang minum teh.Dalam penelitian yang terbaru yang dibiayai oleh "The North America Tea Trade Health Research Association" (NATHRA) ini, meneliti beberapa orang yang minum teh secara teratur, lalu mengukur efek yang ditimbulkan pada tubuh secara cermat. Dan hasil penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan rutin Assosiasi Hati Amerika (AHA) di New Orleans. Penelitian ini dilakukan pada 50 orang pria dan wanita yang punya penyakti hati. Semua relawan diminta untuk minum teh sebanyak 4 sampai 8 cangkir teh setiap hari selama sebulan. Selanjutnya mereka diminta minum air putih setiap hari untuk satu bulan berikutnya.Para peneliti menemukan aliran darah dan tekanan darah para relawan menjadi normal disaat mereka minum teh selama satu bulan. Namun, ketika mereka minum air putih selama satu bulan, tidak ada perubahan yang berarti terhadap tekanan dan aliran darah mereka. Hasil penelitian ini sungguh menggembirakan buat kita-kita yang 'doyan' minum teh, khususnya buat yang punya penyakit hati. tapi sayangnya, para peneliti itu sendiri yang 'dikomandani' oleh Dr. Joseph A. Vita, tidak mau gegabah untuk menyarankan minum teh sebagai upaya penyembuhan penyakit hati.

Teh bunga dengan campuran kuncup bunga melati yang disebut teh melati atau teh wangi melati merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia.

Pengelompokan teh berdasarkan tingkat oksidasi:

Teh putih
Teh yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-lahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer.

Teh hijau
Daun teh yang dijadikan teh hijau biasanya langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan (cara tradisional Jepang dengan menggunakan uap atau cara tradisional Tiongkok dengan menggongseng di atas wajan panas). Teh yang sudah dikeringkan bisa dijual dalam bentuk lembaran daun teh atau digulung rapat berbentuk seperti bola-bola kecil (teh yang disebut gun powder).

Oolong
Proses oksidasi dihentikan di tengah-tengah antara teh hijau dan teh hitam yang biasanya memakan waktu 2-3 hari.

Teh hitam atau teh merah
Daun teh dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh hitam merupakan jenis teh yang paling umum di Asia Selatan (India, Sri Langka, Bangladesh) dan sebagian besar negara-negara di Afrika seperti: Kenya, Burundi, Rwanda, Malawi dan Zimbabwe. Terjemahan harafiah dari aksara hanzi untuk teh bahasa Tionghoa (红茶) atau (紅茶) dalam bahasa Jepang adalah "teh merah" karena air teh sebenarnya berwarna merah. Orang Barat menyebutnya sebagai "teh hitam" karena daun teh berwarna hitam. Di Afrika Selatan, "teh merah" adalah sebutan untuk teh rooibos yang termasuk golongan teh herbal. Teh hitam masih dibagi menjadi 2 jenis: Ortodoks (teh diolah dengan metode pengolahan tradisional) atau CTC (metode produksi teh Crush, Tear, Curl yang berkembang sejak tahun 1932). Teh hitam yang belum diramu (unblended) dikelompokkan berdasarkan asal perkebunan, tahun produksi, dan periode pemetikan (awal musim semi, pemetikan kedua, atau musim gugur). Teh jenis Ortodoks dan CTS masih dibagi-bagi lagi menurut kualitas daun pasca produksi sesuai standar Orange Pekoe.

Pu-erh (Póu léi dalam bahasa Kantonis)
Teh pu-erh terdiri dari dua jenis: "mentah" dan "matang." Teh pu-erh yang masih "mentah" bisa langsung digunakan untuk dibuat teh atau disimpan beberapa waktu hingga "matang". Selama penyimpanan, teh pu-erh mengalami oksidasi mikrobiologi tahap kedua. Teh pu-erh "matang" dibuat dari daun teh yang mengalami oksidasi secara artifisial supaya menyerupai rasa teh pu-erh "mentah" yang telah lama disimpan dan mengalami proses penuaan alami. Teh pu-erh "matang" dibuat dengan mengontrol kelembaban dan temperatur daun teh mirip dengan proses pengomposan. Teh pu-erh biasanya dijual dalam bentuk padat setelah dipres menjadi seperti batu bata, piring kecil atau mangkuk. Teh pu-erh dipres agar proses oksidasi tahap kedua bisa berjalan, karena teh pu-erh yang tidak dipres tidak akan mengalami proses pematangan. Semakin lama disimpan, aroma teh pu-erh menjadi semakin enak. Teh pu-erh yang masih "mentah" kadang-kadang disimpan sampai 30 tahun bahkan 50 tahun supaya matang. Pakar bidang teh dan penggemar teh belum menemui kesepakatan soal lama penyimpanan yang dianggap optimal. Penyimpanan selama 10 hingga 15 tahun sering dianggap cukup, walaupun teh pu-erh bisa saja diminum setelah disimpan kurang dari setahun. Minuman teh pu-erh dibuat dengan merebus daun teh pu-erh di dalam air mendidih seringkali hingga lima menit. Orang Tibet mempunyai kebiasaan minum teh pu-erh yang dicampur dengan mentega dari lemak yak, gula dan garam.

Teh Kuning
Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat.

Kukicha
Teh kualitas rendah dari campuran tangkai daun dan daun teh yang sudah tua hasil pemetikan kedua, dan digongseng di atas wajan.

Genmaicha
Teh hijau bercampur berondong dari beras yang belum disosoh, beraroma harum dan sangat populer di Jepang.

Teh bunga
Teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati (Heung Pín dalam bahasa Kantonis, Hua Chá dalam bahasa Tionghoa) yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Bunga-bunga lain yang sering dijadikan campuran teh adalah mawar, seroja, leci dan seruni.

Selain itu ada juga teh dari berbagai macam negara:
Bancha

Bancha adalah teh tradisional dari Jepang. Dihasilkan selama produksi Sencha (lihat di bawah) dan daunnya lebih kasar, rendah kafein serta tinggi zat tannin.

Bunga Kwai

Teh Cina ini diberi nama Bunga Kwai yang berasal dari kumpulan bunga Osmanthus. Tumbuhan ini juga berasal dari Cina, merupakan tanaman beraroma manis dengan cita rasa yang kuat. Di Cina tanaman ini juga digunakam dalam pembuatan berbagai macam bahan makanan seperti gula dan minuman anggur.

Chun Mee

Teh hijau berasal dari Cina dengan daun yang panjang dan menggulung.

Darjeeling

Pada awal abad ke-19. Kolonial Inggris secara sistematis memperkenalkan perkebunan teh yang luas di lereng Himalaya . Sinar matahari yang terik di pegunungan dan temperatur yang rendah di malam hari menyebabkan dedaunan pohon teh tumbuh lambat, menghasilkan teh dengan aroma istimewa dan lembut. Teh Darjeeling menduduki ranking terbaik dan paling mahal diantara jenis-jenis lain di dunia.

Dimbula

Teh yang tumbuh di kawasan Ceylon barat. Merupakan teh kelas satu yang berproduksi tinggi.

Dooars

Teh yang tumbuh di daerah India bagian utara, tepatnya di Assam bagian barat, aroma yang kuat mengingatkan pada teh Assam .

Dragon Pearl

Merupakan jenis yang sangat langka dan teh istimewa yang digulung menggunakan tangan, berdaun hijau dengan ujung perak (terkenal dengan nama Jarum Perak).

English Breakfast

Teh campuran dikarakterisasikan dengan rasa Inggris. Selalu didasarkan pada teh dari Assam dan Ceylon .

Genmaicha

Teh yang berasal dari Jepang dengan aroma beras coklat panggang dan popcorn . Merupakan minuman berwarna coklat muda beraroma sedap: sedikit asin, berasa biji-bijian dengan menyembunyikan rasa manis.

Green Monkey

Pegunungan Tai-Mu di daerah utara propinsi Fujian di Cina adalah asal dari teh istimewa ini, dimana dibuat secara hati-hati menggunakan tangan untuk memberikan kesegaran tersendiri, berkarakter lembut dan pucuk daun putih.

Green Mu Dan

Teh mawar hijau. 50 pucuk daun muda dijalin bersama pada teh mawar dengan menggunakan tangan. Mengembangkan bentuk utuhnya dengan baik dan beraroma sedap ketika diseduh dengan air panas.

Green Pekoe

Berasal dari propinsi Fujian di Cina : tipis, digulung dengan seksama, daun pucuk. Segar, beraroma sedap dan nyata, minuman berwarna hijau pucat.

Gu Zhang Mao Jian

Teh Cina berasal dari Pegunungan Wuyi sepanjang Sungai Quishui. Sedikit manis, berkarakter seperti kastanye. Dipanen selama 10 hari di musim semi dan sedikit difermentasi.

Gunpowder

Varietas teh hijau dengan daun keras dan bergulung dengan rapat. Daunnya digulung seperti bentuk bola dengan ukuran seragam menggunakan telapak tangan dan diatas panci perebus.

Gyokuro

Jenis khusus dari Jepang. Teh eksklusif yang terkenal sebagai “tetesan embun halus'' yang diteduhkan dengan tikar dari anyaman batang padi atau aluminium foil selama beberapa minggu sebelum dipanen untuk mengurangi kadar tannin dan meningkatkan kadar kafein.

Hazelbank

Dari kebun kecil namun menarik di wilayah Assam di India, memproduksi salah satu teh terbaik di dunia. Dinamakan demikian dari Hazel, anak perempuan dari pegawai sipil, Dr. Mead. Daun yang penuh, ukuran dan warna dari Hazelbank membuat teh ini menjadi favorit diantara pedagang.

Highgrown

Teh yang berwarna sangat pucat dengan aroma lembut tumbuh di daerah pegunungan di Ceylon .

Hui Ming

Teh Hui Ming namanya diambil dari nama Kuil Huiming di Jungnning, propinsi Zhejiang, Cina bagian selatan. Bertepatan dengan upacara pembukaan terusan Panama pada tahun 1915, digelar pameran internasional yang diselenggarakan di San Francisco untuk setiap negara yang terpilih atas produk terbaiknya. Teh Cina terpilih sebagai yang terbaik dan mendapatkan medali emas. Sejak itu dikenal secara luas sebagai Medali Emas Hui Ming.

Java

Jawa memproduksi teh yang berasa kuat, gelap, dan sedap – kebanyakan berupa remahan(hancur) – selama musim kering. Berkualitas tinggi.

Keemun

Teh berdaun hitam klasik dari Cina dengan daun kecil, lembut dan beraroma manis. Kadar kafeinnya rendah dibandingkan teh hitam lainnya. Digunakan sebagai komponen dalam berbagai macam “Teh Rusia” karena kadar tanninnya yang rendah.

Kokicha

Teh khusus dari Jepang. Teh hijau, pertama-tama ditumbuk halus sebelum dipadatkan dengan proses khusus kemudian dipotong kecil memanjang. Lebih disukai segar dengan warna yang lembut, pucat. Versi lain dari kategori ini adalah “Teh Urat Kecil”. Daun yang hancur dicampur dengan potongan halus ranting pohon teh.

Lapsang Souchong

Teh hitam Cina klasik, dibumbui dengan aroma akar pohon cemara yang diasapi.

Lung Ching

Teh hijau dari Cina dengan daun panjang dan datar. Daunnya pertama-tama direntangkan dengan jari kemudian ditekan secara mendatar.

Matcha

Teh hijau bubuk dari Jepang, terutama digunakan dalam acara minum teh ala Jepang.

Muscatel

Teh yang berasal dar wilayah Darjeeling, yang dipetik pada akhir musim semi.

Pai Mu Tan

Berarti “Peony Putih'', teh putih ini beraroma bunga dan lembut. Berasal dari pucuk daun (Jarum Perak) dan daun kedua dari bagian teratas, yang berwarna hijau jamrud, dan sedikit diuapi.

Pettiagalla

Mempunyai cita rasa yang sangat lembut. Berdaun panjang dan liat, beraroma harum sangat kuat. Perkebunannya terletak di daerah dengan ketinggian 1.000 m di distrik Balangoda.

Pi Lo Chun

"Siput Hijau Musim Semi". Teh hijau berdaun liat yang memiliki bau wangi yang segar dan istimewa serta mempunyai rasa buah-buahan.

Pu Erh

Pu Erh (Pou Nei) teh berasa kuat dengan daun yang berdaging, berasal dari propinsi Yunnan di Cina. Namanya didapat nama kota Pu Erh, dimana teh dijual melalui kota ini. Mempunyai aroma tanah yang sangat kuat, dan dapat merembes. Pu Erh diproduksi berdasarkan metode tradisional yang bernilai tinggi yang telah digunakan selama kurang lebih 2.000 tahun yang lalu di Cina.

Sencha

Sencha mungkin merupakan jenis teh yang paling populer di Jepang dimana memiliki daun datar dan panjang. Sencha Jepang memiliki rasa segar dan sedikit manis, sedangkan Sencha Cina mengingatkan pada bau rumput kering segar dan beraroma kuat.

Silver Sprout

Silver sprout adalah teh berdaun seperti sabit merupakan minuman berwarna kuning kehijauan serta beraroma lembut dan sangat segar.

Snow Buds

Teh hijau dengan pucuk daun berwarna putih dan merupakan minuman berwarna madu ‘berkarakter Teh Putih' yang sedap, mempunyai rasa lembut dan licin.

Teh Melati

Kemungkinan merupakan teh beraroma yang terbaik dari Teh Cina. Diberi wewangian secara eksklusif dengan bunga melati yang lembut, dimana aroma wangi bunga melati akan hilang setelah 20 jam pemetikan, dan karenanya harus segera ditambahkan ke dalam teh untuk memberikan aroma yang dikehendaki.

Teh Putih

Teh putih pada mulanya berasal dari daerah pegunungan di wilayah Fujian, Cina bagian selatan. Daun teh dengan lembut dan pelan diuapi di udara terbuka serta ditangani dengan hati-hati. Terbuat hanya dari bagian pucuk daun (Jarum Perak) dan daun kedua dari bagian teratas. Kadar tannin dan kafeinnya sangat rendah.

Young Hyson

Teh Cina berasal dari propinsi Zhejiang . Proses pembuatannya, daun yang tebal dan berwarna kuning-kehijauan digulung hingga berbentuk panjang dan tipis. Menghasilkan minuman hijau dan beraroma kuat.

Yunnan

Yunnan dikatakan sebagai tempat lahirnya teh. Propinsi ini terletak di bagian tenggara Cina, dimana masih ditanam teh dengan rasa kuat, yang berdaun tebal dan pucuk daun keemasan. Sedikit ada kesamaan dengan teh dari Assam.
sumber:http://cewek28cute.blogspot.com/2008/07/mengenal-jenis-jenis-teh.html

Kamis, 26 Mei 2011

Wanita ketika safar(berpergian)

Polemik persyaratan adanya mahrom bagi wanita ketika safar banyak menimbulkan pro kontra. Berbagai alasan dilontarkan untuk memperkuat pendapat masing-masing. Bagaimana pendapat ulama mengenai hal ini?
Syaikh Utsaimin pernah ditanya tentang boleh tidaknya wanita pergi naik pesawat tanpa mahrom yang keamanannya terjamin ? Beliau menjawab, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:  “Seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali jika ada mahrom yang menyertainya.”  Beliau menyampaikan hal ini ketika beliau sedang khutbah di atas mimbar pada musim haji. Kemudian ada seorang laki-laki yang datang kemudian bertanya:  “Wahai Rasulullah, istri saya pergi haji sendirian sedang saya ikut dalam jihad ini dan itu.” Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pergilah haji bersama istrimu.”  (HR Bukhari [3006] dan Muslim [1341]).
Dalam hadits ini kita lihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallamshallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak bertanya kepadanya: memerintahkan kepada laki-laki tersebut untuk meninggalkan jihad agar dapat pergi haji bersama istrinya dan Rasulullah
“Apakah istri anda aman ?” atau
“Apakah istri anda ditemani para wanita lain ?” atau
“Apakah istri anda bersama para tetangganya ?”

Berarti larangan ini bersifat umum untuk semua kepergian wanita tanpa muhrim.
Karena bahaya sangat mungkin tejadi meski dalam pesawat. Seorang suami yang hendak ditinggal istrinya yang akan naik pesawat, kapan ia pulang dari mengantar ? Ia akan pulang ketika istrinya sudah menanti keberangkatan pesawat di ruang tunggu.
Di ruang tunggu ini istrinya sendirian tanpa mahrom. Kalaupun seandainya suaminya juga ikut masuk ke ruang tunggu sampai istrinya naik pesawat. Apakah tidak mungkin bahwa pesawat tersebut kembali setelah menempuh perjalanan ? Kadang pesawat kembali ke bandara karena ada kerusakan tekhnis atau kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Kalau seandainya pesawat dapat melanjutkan perjalanannya sampai tujuan tetapi bandara yang dituju tidak dapat menerima menerima kedatangan pesawat karena ada masalah di bandara atau cuaca yang tidak memungkinkan pesawat mendarat di bandara tersebut akhirnya pesawat di alihkan ke bandara lain. Ini mungkin terjadi. Atau seandainya pesawat tersebut tiba di tujuan tepat waktu, tetapi mahrom yang akan menjemput belum tiba karena suatu alasan mendadak.
Kalaupun kita katakan semua kemungkinan tadi tidak terjadi dan mahrom datang tepat waktu, tetap masalahnya siapa yang duduk disamping istri tersebut dalam pesawat ? Tidak selalu (bahkan sering, pent) orang yang duduk di sampingnya bukan wanita. Kadang-kadang yang duduk di sampingnya adalah laki-laki, bahkan bisa jadi laki-laki yang tidak beres. Ia mengajak wanita tersebut ngobrol, cerita, sampai tertawa dan mengambil nomor teleponnya sekaligus memberikan nomor teleponnya. Bukankah ini mungkin ? Siapa yang bisa selamat dari kondisi ini ?
Oleh karena itu, di sini anda temukan hikmah yang agung dari larangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam atas kepergian wanita tanpa mahrom, tanpa ada batasan.
Mungkin ada wanita yang mengatakan: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak mengetahui yang ghaib, tidak mengetahui pesawat. Maka kita fahami sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tersebut untuk kepergian wanita tanpa mahrom dengan menggunakan unta atau binatang lain, karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak tahu …tentang pesawat yang dapat menempuh jarak antara Thaif dan Riyadl dalam waktu satu seperempat jam, yang dulu bisa ditempuh dalam satu bulan penuh ?!
Jawabnya: Jika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak mengetahui tetapi Rabb (Tuhan)nya Rasulullah Subhaanahu Wa Ta’ala mengetahui. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS An Nahl ayat 89)
Saya ingatkan saudara-saudara saya kaum muslimin dari gejala yang berbahaya ini, yaitu menganggap gampang bepergiannya wanita tanpa muhrim, demikian pula wanita yang berduaan dengan supir meski dalam kota, karena ini berbahaya. Sebagaimana saya ingatkan juga berduaannya saudara (kakak atau adiknya) suami dengan istri dalam rumah. Karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya ketika beliau bersabda: “Hati-hatilah kalian masuk ke tampat wanita.” Para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan saudara (kakak atau adiknya) suami ?” Beliau menjawab: “Saudara suami itu mati.” (HR Bukhari [5232] dan Muslim [2172]) maksudnya saya ingatkan dengan peringatan yang sangat keras.
Yang sangat mengherankan sebagian ulama -mudah-mudahan Allah memaafkan mereka- berpendapat: Maksud dari sabda “Saudara suami itu mati” artinya saudara suami itu pasti masuk ke tempat wanita sebagaimana halnya mati pasti akan datang pada setiap manusia.
(Dikutip dari : Fatawa Ibni ‘Utsaimin -rahimahullah- [2/852-853] lihat Al Fatawa asy Syar’iyyah fil masa-il al ‘ashriyyah min fatawa ‘ulamail baladil haram hal 450-452) Sumber: www.mediamuslim.info

Rabu, 25 Mei 2011

TULIP BUKAN ASLI BELANDA

Bunga tulip selalu diidentikkan dengan negara Belanda. Ribuan wisatawan datang ke Belanda hanya untuk mengagumi bunga yang cantik dan berwarna cerah ini, yang banyak ditanam di taman-taman negara Kincir Angin itu. Kota Keukenhof di Belanda, setiap tahunnya bahkan dikunjungi sekitar 800.000 orang dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan aneka bunga tulip dalam Festival Tulip yang diselenggarakan setiap tahun di kota itu. Tak heran masih banyak orang yang beranggapan bahwa bunga tulip adalah bunga asli dari Belanda.

Bunga tulip sebenarnya bukan bunga asli Belanda, karena sebenarnya bunga ini berasal dari Asia Tengah dan Belanda sebenarnya berhutang budi pada kekhalifahan Islam Ustmaniyah di Turki, karena atas peran kekhilafahan Islam inilah Belanda sekarang jadi terkenal karena bunga tulipnya.

Bunga tulip sebenarnya bunga liar yang tumbuh di kawasan Asia Tengah. Orang-orang Turki yang pertama kali membudidayakan bunga ini pada di awal tahun 1000-an dan pada masa pemerintahan kekhalifahan Ustmaniyah, terutama pada masa kekuasaan Sultan Ahmed III (1703-1730) bunga tulip berperan penting, sehingga masa Sultan Ahmed III disebut juga sebagai "Era Bunga Tulip."

Pada masa itu, istana Sultan memiliki sebuah dewan khusus untuk membudidayakan bunga-bunga tulip. Dewan itu dipimpin oleh seorang Turki yang juga kepala perangkai bunga istana yang tugasnya memberikan penilaian pada kualitas berbagai jenis bunga tulip dan memberikan nama yang indah dan puitis bagi bunga-bunga itu antara lain dengan nama "Those that burn the heart", "Matchless Pearl", "Rose of colored Glass", "Increaser of Joy", "Big Scarlet", "Star of Felicity", "Diamond Envy", or "Light of the Mind".

Hanya bunga-bunga yang memiliki kualitas sempurna yang dimasukkan dalam daftar jenis-jenis bunga tulip itu, yaitu bunga tulip yang memenuhi standar dari ukuran tinggi dan kerampingan kelopak bunganya, bentuk helaian kelopaknya lancip dan jarak antar helaiannya sempit. Helaian kelopaknya harus halus tapi kuat, satu warna, ukuran lebar dan panjangnya pas. Tiga ratus tahun kemudian, komunitas holtikultura Belanda dan Inggris mengajukan baru memikirkan untuk melakukan klasifikasi bunga tulip yang sudah dilakukan jauh sebelumnya oleh ahli perangkai bunga Turki di kesultanan Ahmed III. 

Bunga tulip baru dikenal di Belanda pada abad ke-16 dan menjadi sangat populer di kalangan masyarakat kelas atas di negeri itu. Kata "tulip" sendiri berasal dari bahasa Turki yang artinya "sorban", semacam kain yang dililit untuk menutupi kepala. Tidak diketahui kapan persisnya negara Kincir Angin itu mulai membudidayakan bunga tulip itu, tapi disebut-sebut bunga tulip mulai dibawa ke Belanda pada sekitar tahun 1550-an oleh kapal-kapal yang berasal dari Istanbul.

Dokumentasi pertama tentang penanaman bunga tulip bertahun 1954 di Kebun Raya Universitas Leiden. Menurut catatan itu, bunga tulip yang ditanam di kebun raya universitas Leiden dibawa oleh Carolus Clusius dari Wina, Austria, penanggungjawab taman istana di Austria. Ketika itu, pengaruh budaya Turki sangat kuat di Austria terutama dari gaya berpakaian yang oriental dan tradisi minum kopi.

Memasuki abad ke-17, perekonomian Belanda tumbuh pesat dan memicu persaingan antara pecinta bunga tulip. Mereka berlomba-lomba mencari bunga tulip yang paling indah dan tidak segan-segan membayar dengan harga mahal untuk membeli bunga tulip itu. Harga bunga tulip di Belanda pun makin mahal, bahkan kabarnya ada jenis bunga tulip yang harganya sama dengan harga sebuah rumah. Tahun 1635, satu set bunga tulip yang berjumlah 40 tangkai dijual dengan harga 100.000 florin, bandingkan dengan pendapatan kalangan kelas menengah pada masa itu di Belanda yang hanya 150 florin.

Tahun 1636, usaha bunga tulip menjadi salah satu bisnis yang perdagangan yang masuk dalam bursa saham dan diminati banyak orang. Kalangan pengusaha rela menjual tanah, rumah dan harta bendanya untuk berinvestasi di bisnis bungan tulip. Jenis bunga tulip yang sangat terkenal saat itu adalah jenis tulip yang bernama Viceroy, yang harganya bisa ribuan florin. Belanda menyebut fenomena "demam tulip" ini sebagai fenomena "wind trade" (perdagangan kontrak tulip) yang murni dilakukan dengan spekulasi. Ironisnya, masa keemasan bisnis bunga tulip di Belanda hanya berlangsung setahun, karena pada tahun 1637 pasar bunga tulip jatuh dan harga bunga tulip ikut melorot.
Sampai hari ini, istilah "tulip mania" atau "tulipomania" atau "kegilaan tulip" masih digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan goncangnya perekonomian karena munculnya spekulan terhadap sesuatu trend bisnis yang sifatnya untung-untungan. Meski cerita di balik "tulip mania" ini sedikit memalukan, tapi Belanda tetap mencintai tulip dan banyak orang yang tak ingat bahwa tulip-tulip yang indah dan cantik itu hasil budidaya dari jaman kekhilafahan Islam Turki Utsmani. (ln/isc)